Kamis, 08 Agustus 2019

Tugas 4 manajemen kelas di SD

ASPEK, FUNGSI dan FAKTOR MANAJEMEN KELAS

A. ASPEK MANAJEMEN KELAS 
      Kegiatan manajemen kelas (pengelolaan kelas) meliputi dua kegiatan yang secara garis besar terdiri dari :

  1. Pengaturan orang (siswa) 

Pengaturan orang atau siswa adalah bagaimana mengatur dan menempatkan Siswa dalam kelas sesuai dengan potensi intelektual dan perkembangan emosionalnya.Siswa diberikan kesempatan untuk memperoleh posisi dalam belajar yang sesuai dengan minat dan keinginannya. 

2. Pengaturan fasilitas    
      Pengaturan fasilitas adalah kegiatan yang harus dilakukan siswa, sehingga seluruh siswa dapat terfasilitasi dalam aktivitasnya di dalam kelas. Pengaturan fisik kelas diarahkan untuk meningkatkan efektivitas belajar siswa sehingga siswa merasa senang, nyaman, aman, dan belajar dengan baik.
         Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas yang baik
adalah : sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan efektif dan
kreatif. (Maman Rachman:1999) Kegiatan manajemen kelas sebagai aspek manajemen kelas di SD :

a. Mengecek kehadiran

b. Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa,           memeriksa dan menilai hasil pekerjaan

c. Pendistribusian alat dan bahan

d. Mengumpulkan informasi dari siswa

e. Mencatat data

f. Pemeliharaan arsip

g. Menyampaikan materi pelajaran

h. Memberikan tugas

   Ketuju aspek ini harus dilakukan berurutan tidak boleh sembarangan harus sesuai dengan yang telah di rencanakan, sesuai dengan apa saja isi dari kegiatan pendahuluan, inti dan penutup. Hal ini berbedah dengan bagian administrasi.

  Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan para guru, khususnya guru baru dalam pertemuan pertama dengan siswa di kelas menurut Dirjen PUOD dan 
Dirjen Dikdasmen (1996:13) adalah:

1. Ketika bertemu dengan siswa, guru harus:
a. Bersikap tenang dan percaya diri Tidak menunjukkan rasa cemas, muka masam atau sikap tidak simpatik. 
b.Memberikan salam lalu memperkenalkan diri. 
c. Memberikan format isian tentang data pribadi siswa atau guru menyuruh siswa menulis riwayat hidupnya secara singkat.

2. Guru memberikan tugas kepada siswa dengan tertib dan lancar.

3. Mengatur tempat duduk siswa dengan tertib dan teratur.

4. Menentukan tata cara berbicara dan tanya jawab.

5. Bertindak disiplin baik terhadap siswa maupun terhadap diri sendiri.

B. FUNGSI MANAJEMEN KELAS  
    Fungsi manajemen kelas sebenarnya merupakan penerapan fungsi-fungsi manajemen yang diaplikasikan di dalam kelas oleh guru untuk mendukung tujuan pembelajaran yang hendak dicapinya. Adapun fungsi manajemen kelas yaitu :
a. Perencanaan 
b. Pengorganisasian dan pengkoordinasian
c. Pengarahan dan Penggerakan
d. Pengendalian
Ket:
a. Merencanakan atau perencanaaan                Secara sederhana merencanakan adalah suatu proses merumuskan tujuan-tujuan, sumber daya, dan teknik/metode yang terpilih.
          Merencanakan adalah membuat suatu target-target yang akan dicapai atau diraih di masa depan. Dalam organisasi merencanakan adalah suatu proses memikirkan dan menetapkan secara matang arah, tujuan dan tindakan sekaligus mengkaji berbagai sumber daya dan metode/teknik yang tepat. Merencanakan pada dasarnya membuat keputusan mengenai arah yang akan dituju, tindakan yang akan diambil, sumber daya yang akan diolah dan teknik/metode yang dipilih untuk digunakan. Rencana mengarahkan tujuan organisasi dan menetapkan prosedur terbaik untuk mencapainya. Prosedur itu dapat berupa pengaturan sumber daya dan penetapan teknik/metode.

b. Pengorganisasikan   
    Setelah mendapat kepastian tentang tujuan, sumber daya dan teknik/metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut, lebih lanjut  manajer melakukan upaya pengorganisasian agar rencana tersebut dapat  dikerjakan oleh orang ahlinya secara sukses. Mengorganisasikan adalah proses mengatur, mengalokasikan dan mendistribusikan pekerjaan, wewenang dan sumber daya diantara anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. 

c. Pengarahan    
    Memimpin institusi pendidikan lebih menekankan pada upaya mengarahkan dan memotivasi para personil agar dapat melaksanakan tugas pokok Fungsinya dengan baik. Memimpin menurut Stoner (19966:11) adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan dari anggota kelompok atau seluruh organisasi. Seorang pemimpin dalam melaksanakan amanatnya apabila ingin Dipercaya dan diikuti harus memiliki sifat kepemimpinan yang senantiasa dapat menjadi pengarah yang didengar ide dan pemikirannya oleh para anggota organaisasi. Hal ini tidak semata mata mereka cerdas membuat keputusan tetapi dibarengi dengan memiliki kepribadian yang dapat dijadikan suri tauladan.

d. Pengendalian       
   Mengendalikan institusi pendidikan adalah membuat institusi berjalan sesuai dengan jalur yang telah ditetapkan dan sampai kepada tujuan secara efektif dan efisien. Perjalanan menuju tujuan dimonitor, diawasi dan dinilai supaya tidak melenceng atau keluar jalur. Apabila hal ini terjadi harus dilakukan upaya mengembalikan pada arah semula. Dari hasil evaluasi dapat dijadikan informasi yang harus menjamin bahwa aktivitas yang menyimpang tidak terulang kembali. 
  Pengendalian adalah proses untuk memastikan bahwa aktivitas sebenarnya  
sesuai dengan aktivitas yang direncanakan. Proses pengendalian dapat melibatkan
beberapa elemen yaitu; 
(1)menetapkan standar kinerja, 
(2)mengukur kinerja,
(3)membandingkan unjuk kerja dengan standar yang telah ditetapkan,
(4)mengambil tindakan korektif saat terdeteksi penyimpangan.

C. FAKTOR MANAJEMEN KELAS 
    Berhasilnya manajemen kelas dalam memberikan dukungan terhadap  pencapaian tujuan pembelajaran yang akan dicapai, banyak dipengaruhi oleh  berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut melakat pada kondisi fisik kelas dan  pendukungnya, juga dipengaruhi oleh faktor non fisik (sosio-emosional) yang melekat pada guru. Untuk mewujudkan pengelolaan kelas yang baik, ada  beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain: 

Kondisi fisik
 Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat minimal mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi: 

a. Ruangan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar  
   Ruangan tempat belajar harus memungkinkan semua siswa bergerak leluasa,  tidak berdesak-desakan dan saling menganggu antara siswa yang satu dengan  lainnya pada saat melakukan aktivitas belajar. Besarnya ruangan kelas tergantung pada jenis kegiatan dan jumlah siswa yang melakukan kegiatan. Jika ruangan itu tersebut mempergunakan hiasan, pakailah hiasan-hiasan yang mempunyai nilai pendidikan. 

b. Pengaturan tempat duduk.
            Dalam mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka, dengan demikian guru dapat mengontrol tingkah laku siswa. Pengaturan tempat duduk akan mempengaruhi kelancaran proses belajar  mengajar. 

c. Ventilasi dan pengaturan cahaya 
          Suhu, ventilasi dan penerangan (kendati pun guru sulit mengatur karena sudah ada) adalah aset penting untuk terciptamya suasana belajar yang nyaman. Oleh karena itu, ventilasi harus cukup menjamin kesehatan siswa.

Non fisik

     Kondisi sosial emosional dalam kelas akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses belajar mengajar, kegairahan siswa dan efektifitas tercapainya tujuan pengajaran. Kondisi sosio-emosional tersebut meliputi : 

a. Tipe kepemimpinan
     Peranan guru dan tipe kepemimpinan guru akan mewarnai suasana emosional di dalam kelas. Apakah guru melaksanakan kepemimpinannya secara demokratis, laisez faire atau demokratis. Kesemuanya itu memberikan dampak kepada peserta didik. 

b. Sikap guru  
    Sikap guru dalam menghadapi siswa yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar, dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku siswa akan dapat diperbaiki. Kalaupun guru terpaksa membenci, bencilah tingkah lakunya bukan membenci siswanya. Terimalah siswa dengan hangat sehingga ia insyaf akan kesalahannya. Berlakulah adil dalam bertindak. Ciptakan satu kondisi yang menyebabkan siswasadar akan kesalahannya sehingga ada dorongan untuk memperbaikikesalahannya.

c. Suara guru
        Suara guru, walaupun bukan faktor yang besar, turut mempengaruhi dalam proses belajar mengajar. Suara yang melengking tinggi atau senantiasa tinggal atau malah terlalu rendah sehingga tidak terdengar oleh siswa akan mengakibatkan suasana gaduh, bisa jadi membosankan sehingga pelajaran cenderung tidak diperhatikan. Suara hendaknya relatif rendah tetapi cukup jelas dengan volume suara yang penuh dan kedengarannya rileks cenderung akan mendorong siswa untuk memperhatikan pelajaran, dan tekanan suara hendaknya bervariasi agar tidak membosankan siswa.

d. Pembinaan hubungan baik (raport)                  Pembinaan hubungan baik (raport) antara guru dan siswa dalam masalah pengelolaan kelas adalah hal yang sangat penting. Dengan terciptanya hubungan baik guru-siswa, diharapkan siswa senantiasa gembira, penuh gairah dan semangat, bersikap optimistik, relaistik dalam kegiatan belajar yang sedang dilakukannya serta terbuka terhadap hal-hal yang ada pada dirinya.


Daftar Pustaka

Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, (1996), Pengelolaan Kelas, Seri Peningkatan Mutu 2, Jakarta : Depdagri dan Depdikbud.

Rahman, Maman, (1999), Manajemen Kelas, Proyek Pendidikan Guru Sekolah 
Dasar, Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud.

8 komentar:

  1. Semoga sukses kedepannya kakak,materinya bermanfaat sekali👍

    BalasHapus
  2. Materinya sangat membantu👍
    Oh ya bagaimana cara guru mengatasi anak yg serig meribut dikelas dan sangat sulit untuk dilembutkan???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sebelumnya dengan pertanyaan nya kak, saya akan mencoba jawab pertanyaan dari kakak.salah satu peran guru adalah mendidik, hal ini adalah peran yang paling sulit di lakukan guru. Anak yang sering meribut di kelas merupakan sudah hal biasa di temui oleh guru, tapi guru masih susah mencari cara atau solusi cara mengatasi nya. Menurut saya, anak yang sering meribut di kelas, sudah sering di kasih peringatan agar tidak meribut, namun kebiasaan itu tidak bisa di rubah nya. Coba dekati anak tersebut, biasa nya anak yang suka membuat keributan di kelas ada berbagai faktor yang mempengaruhi nya, baik itu dari keluarga maupun lingkungan nya. Anak yang sering meribut, terkadang dia ingin selalu di perhatian atau mencari perhatian karna itu dia suka berbuat onar di kelas nya. Maka karena itu kita sebagai seorang guru dekati anak tersubut kenapa dia selalu seperti itu di kelas,cri akar permasalahannya, maka dengan begitu guru akan dapat mengetahui bagaimana cara mengatasi peserta didik tersebut, dan ingat jangan perna mengasari anak tersebut. Atau guru juga bisa, jadikan anak yang suka membuat keributan tersebut tanggung jawab, seperti jadikan dia ketua kelas, atau berikan dia tugas.
      Inilah jawaban saya kak, semoga dapat di terima 🙏

      Hapus
  3. kak saya punya adek. tapi sangat nakal di sekolah sampai2 sering ditegur. kalau ada kasus sperti itu bgaimana ya kak sikap kita sbg guru ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kak, atas pertanyaan nya, menurut saya kalau ada permasalahan seperti itu yang kita jumpai,sikap kita sebagai seorang guru, adalah mendidiknya, banyak cara yang bisa kita lakukan, pertama kita lihat terlebih dahalu dari segi apa anak kita tersebut nakalnya, kadang anak nakal di sebabkan beberapa faktor, pertama dia nakal karena ingin selalu di perhatikan atau dia kurang perhatian di rumah, dan terkadang dia nakal juga karena ada faktor dari lingkungan nya, jika anak kita tersebut nakal karena kurang perhatian berikan anak tersebut tanggung jawab yang bisa dia jalankan, dan dia merasa ada suatu tugas yang harus dikerjakannya sehingga dia tidak punya waktu mengganggu temannya yang lain. Kalau dari segi lingkungan ini membutuhkan pendekatan individual kepada anak yg bersangkutan, tapi jangan sampai kita sebagai seorang guru menjadi subjektik.
      Ini lah jawaban dari saya kakak😊😊

      Hapus
  4. Sangat membantu sekali pada materi ini. Mempermudahkan saya dalam mencari tugas 👍😊

    BalasHapus

Tugas 14 manajemen kelas di SD

A. Konsep Dasar Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat Secara etimologis hubungan masyarakat diterjemahkan dari perkataan bahasa Inggri...