MANAJEMEN KELAS
1. Konsep Manajemen Kelas
Istilah manajemen telah lahir dan diartikan oleh berbagai pihak
d engan perspektif yang berbeda, misalnya pengelolaan, pembinaan, pengurusan, ketatalaksanaan, kepemimpinan, pemimpin, dan lain sebagainya. Masing-masing memberikan pandangan yang berbeda sesuai
dengan latar belakang pekerjaan mereka. Manajemen sebagai sebuah istilah yang sering dipakai di dunia bisnis pada dasarnya juga dipakai untuk organisasi pendidikan pada umumnya.
Berikut pengertian manajemen menurut para ahli:
M. Sobry Sutikno menyimpulkan bahwa “manajemen adalah serangkaian kegiatan merencanakan, mengorganisasikan,m emotivasi, mengendalikan, dan mengembangkan segala upaya di dalam mengatur dan memberdaya gunakan sumber daya manusia, sarana dan prasarana untuk mencapai tujuan organisasi.
Selanjutnya adapun pengertian kelas memiliki dua pengertian yaitu:
1. Kelas dalam arti sempit yaitu ruangan yang dibatasi oleh empat dinding tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses pembelajaran.
2. Kelas dalam arti luas adalah suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah yang sebagai kesatuan diorganisir menjadi unit kerja secara dinamis menyelenggarakan kegiatan-kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai tujuan.
Dari pengertian tersebut dapat menyimpulkan bahwa manajemen secara umum adalah serangkaian proses pengarahan, perencanaan dan pengendalian terhadap suatu kelompok untuk mencapai tujuan yang telah di tentukan. Sedangkan kelas adalah Kelas dapat berarti sekelompok murid yang menghadapi pelajaran ataupun kuliah tertentu di perguruan tinggi, sekolah, maupun lembaga pendidikan Dengan demikian manajemen kelas merupakan suatu perangkat prilaku penyelenggaraan proses belajar mengajar agar sesuatu yang dikelola dapat berjalan dengan lancar dan efesien di lingkungan kelas.
menurut J.M Cooper mengemukakan lima
pengelompokan definisi manajemen kelas yaitu:
a. Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankank etertiban suasana kelas sebagai pandangan dalam mengontrol tingkah laku.
b. Seperangkat kegiatan guru untuk memaksimalkan kebebasan siswa sebagai pandangan yang bersifat permisif kaitannya dengan tugas guru dalam memaksimalkan kebebasan siswa.
c. Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku siswa yang diingingkan dan mengurangi atau meniadakan tingkah laku yang tidak diinginkan.
d. Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosioemosional kelas yang positif sebagai pandangan hubungan kegiatan interaksi belajar mengajar guru dengan siswa
Dengan demikian, manajemen kelas sangat erat hubungannya dengan sekolah dasar yang di mana sekolah dasar sangat membutuhkan manajemen dikelas, karna melalui manajemen atau pengelolaan di kelas guru dapat dengan gampang mengatur segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. manajemen kelas merupakan kegiatan untuk menciptakan dan
mempertahankan kondisi kelas yang optimal dalam proses belajar mengajar. Manajemen kelas bagi guru perlu dikuasai dan diterapkan dalam
setiap kegiatan belajar mengajar, hal ini yang membuat manajemen kelas sangat diperlu di dunia pendidikan, Atau dapat dikatakan bahwa manajemen kelas merupakan usaha untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis. Usaha itu mengarah pada penyiapan bahan belajar, penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi/kondisi proses belajar mengajar dan pengaturan waktu sehingga pembelajaran berjalan dengan baik.
2. Tujuan Manajemen Kelas
Menurut Ahmad tujuan manajemen kelas atau pengelolaan sebagai
berikut:
1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar
maupun sebagai kelompok belajar.
2. Menghilangkan berbagai hambatan belajar yang dapat menghalagi terwujudnya kegiatan belajar.
3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa di kelas.
4. Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosiol,
ekonomi dan budaya serta sifat individual.
5. Menyadari kebutuhan peserta didik
6. Merespon secara efektif perilaku peserta anak didik
7. Mengembangkan anak didik agar betanggung jawab terhadap tingkah
lakunya
8. Membangun kesadaran peserta anak didik agar anak didik bertingkah
laku sesuai dengan tata tertib
9. Menumbuhkan kewajiban untuk melibatkan diri dalam kegiatan
aktivitas kelas.
Menurut Dirjen Dikdasmen yang menjadi tujuan manajemen kelas adalah :
1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
4. Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.
Adapun tujuan dari manajemen kelas
adalah sebagai berikut :
a. Agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
b. Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya. Dengan manajemen kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan atau perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban.
c. Untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.
Jadi dapat di simpulkan bawah tujuan manajemen kelas yang diharapkan adalah menciptakan disiplin kelas dan kemampuan guru mengagendakan fasilitasi yang dibutuhkan di dalam kelas, tujuan dari manajemen kelas adalah Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didik untuk mencapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. Dengan adanya tujuan tujuan inilah, manajemen kelas dapat berjalan dengan baik, dan sesuai dengan tujuan yang telah di tentukan sebelumnya. Dari tujuan inilah guru dapat mengerjakan manajemen kelas dengan baik sesuai dengan tujuannya sehingga manajemen atau pengelolaan kelas tertara dengan baik dan rapi.
Pengelolaan kelas yang bukan tanpa tujuan, sama saja tidak mempunyai artinya. karena itu dengan adanya tujuan itulah guru selalu berusaha mengelolah kelas, walaupun terkadang kelelahan fisik maupun pikiran dirasakan. Guru sadar tanpa mengelola kelas dengan baik, maka akan menghambat kegiatan belajar mengajarnya, itu sama saja membiarkan Jalannya pengajar tanpa membawa hasil, yaitu mengantarkan anak didik dari tidak tahu menjadi berilmu.
3. Proses Manajemen Kelas
Upaya untuk menciptakan suasana yang diliputi oleh motivasi siswa yang tinggi, perlu dilakukan manajemen kelas dengan baik. Langka-langka ini disebut sebagai prosedur manajemen kelas.
Adapun prosedur manajemen kelas ini dapat dilakukan secara pencegahan (Preventif) maupun penyembuhan (Kuratif). Perbedaan kedua jenis pengelolaan kelas tersebut, akan berpengaruh terhadap perbedaan langkah langkah yang perlu dilakukan oleh seorang guru dalam menerapkan kedua jenis manajemen kelas tersebut. Dikatakan secara preventif apabila upaya yang dilakukan atas dasar inisiatif guru untuk mengatur siswa, peralatan (fasilitas) atau format belajar mengajar yang tepat dan dapat mendukung berlangsungnya proses belajar mengajar. Sedangkan yang dimaksud dengan manajemen kelas secara kuratif adalah langka langka tindakan penyembuhan terhadap tingkah lakun menyimpang yang dapat mengganggu kondisi-kondisi optimal dan proses belajar mengajar yang sedang berlangsung.
1. Prosedur Manajemen Kelas yang Bersifat
Preventif Meliputi :
a.Peningkatan Kesadaran Pendidik
Sebagai Guru Suatu langkah yang mendasar dalam strategi manajemen kelas yang bersifat preventif adalah meningkatkan kesadaran diri pendidik sebagai guru. Dalam kedudukannya sebagai guru, seorang pendidik harus menyadari bahwa dirinya memiliki tugas dan fungsi yaitu sebagai fasilitator bagi siswanya yang sedang belajar serta bertanggung-jawab terhadap proses pendidikan. Ia yakin bahwa apapun corak proses pendidikan yang akan terjadi terhadap siswa, semuanya akan menjadi tanggung jawab guru sepenuhnya.
b. Peningkatan Kesadaran Siswa
Kesadaran akan kewajibannya dalam proses pendidikan ini baru akan diperoleh secara menyeluruh dan seimbang jika siswa itu menyadari akan kebutuhannya dalam proses pendidikan. Dalam hal proses pembelajaran, siswa harus menyadari bahwa belajar adalah dengan tujuan tertentu. Keefektifan siswa dalam proses pembelajaran sebenarnya bergantung pada tingkat kesadarannya semakin tinggi pula keefektifannya. Kondisi ini selanjutnya berdampak pada tingkat penguasaan kemampuan dari siswa yang bersangkutan. Agar dapat menimbulkan suasana kelas yang mendukung untuk melakukan proses belajar mengajar.
c. Penampilan Sikap Tulus Guru
Guru mempunyai peranan yang besar dalam menciptakan kondisi belajar yang optimal. Guru perlu bersikap dan bertindak secara wajar, tulus dan tidak pura-pura
terhadap siswa. Penampilan sikap guru diwujudkan dalam interaksinya dengan siswa yang disajikan dengan sikap tulus dan hangat. Yang dimaksud dengan sikap tulus adalah sikap seorang guru dalam menghadapi siswa secara berterus-terang tanpa pura-pura, tetapi diikuti dengan rasa ikhlas dalam setiap tindakannya demi kepentingan perkembangan dan pertumbuhan siswa sebagai si terdidik. Sedangkan yang dimaksud dengan hangat adalah keadaan pergaulan guru kepada siswa dalam proses belajar mengajar yang menunjukkan suasana keakraban dan keterbukaan dalam batas peran dan kedudukannya masing-masing sebagai anggota masyarakat sekolah. Dengan sikap yang tulus dan hangat dari guru, diharapkan proses interaksi dan komunikasinya berjalan wajar, sehingga mengarah kepada suatu penciptaan suasana yang mendukung untuk kegiatan pendidikan.
d. Pengenalan Terhadap Tingkah Laku Siswa
Tingkah laku siswa yang harus dikenal adalah tingkah laku baik yang mendukung maupun yang dapat mencemarkan suasana yang diperlukan untuk terjadinya proses pendidikan. Tingkah laku tersebut bisa bersifat perseorangan maupun kelompok. Identifikasi akan variasi tingkah laku siswa itu diperlukan bagi guru untukmenetapkan pola atau pendekatan Manajemen Kelas yang akan diterapkan dalam situasi kelas tertentu.
e. Penemuan Alternatif Manajemen Kelas
Agar pemilihan alternatif tindakan Manajemen Kelas dapat sesuai dengan situasi yang dihadapinya, maka perlu kiranya pendidik mengenal berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam Manajemen Kelas. Dengan berpegang pada pendekatan yang sesuai, d iharapkan arah Manajemen Kelas yang diharapkan akan tercapai.
f. Pembuatan Kontrak Sosial
Kontrak sosial pada hakekatnya berupa norma yang dituangkan dalam bentuk peraturan atau tata tertib kelas baik tetulis maupun tidak tertulis, yang berfungsi sebagai standar tingkah laku bagi siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok. Kontrak sosial yang baik adalah yang benar-benar dihayati dan dipatuhi sehingga meminimalkan terjadinya pelanggaran. Dengan kata lain, kontrak sosial yang digunakan untuk upaya Manajemen Kelas, hendaknya disusun oleh siswa sendiri dengan pengarahan dan bimbingan dari pendidik.
2. Prosedur Manajemen Kelas yang Bersifat
Kuratif meliputi:
a. Identiffikasi masalah
Pertama-tama guru melakukan identifikasi masalah dengan jalanberusaha
memahami dan menyelidiki penyimpangan tingkah laku siswa yang dapat mengganggu kelancaran proses pendidikan didalam kelas, dalam arti apakah termasuk tingkah laku yang berdampak negatif secara luas atau tidak, ataukah hanya sekedar masalah perseorangan atau kelompok, ataukah bersifat sesaat saja ataukah sering dilakukan maupun hanya sekedar kebiasaan siswa.
b. Analisis Masalah
Dengan hasil penyidikan yang mendalam, seorang guru dapat melanjutkan langkah ini yaitu dengan berusaha mengetahui latar belakang serta sebab-musabab timbulnya tingkah laku siswa yang menyimpang tersebut. Dengan demikian, akan dapat ditemukan sumber masalah yang sebenarnya.
c. Penetapan Alternatif Pemecahan
Untuk dapat memperoleh alternatif alternatif pemecahan tersebut, hendaknya mengetahui berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam Manajemen Kelas dan juga memahami cara-cara untuk mengatasi setiap masalah sesuai dengan pendekatan masing masing.
d. Monitoring
Hal ini diperlukan, karena akibat
perlakuan guru dapat saja mengenai sasaran, yaitu meniadakan tingkah laku siswa yang menyimpang, tetapi dapat pula tidak berakibat apa-apa atau bahkan mungkin menimbulkan tingkah laku menyimpang berikutnya yang justru lebih jauh menyimpangnya. Langkah monitoring ini pada hakekatnya ditujukan untuk mengkaji akibat dari apa yang telah terjadi.
e. Memanfaatkan Umpan Balik (Feed-Back)
Hasil Monitoring tersebut, hendaknya
dimanfaatkan secara konstruktif, yaitu dengan cara mempergunakannya untuk :
1) Memperbaiki pengambilan alternatif yang
pernah ditetapkan bila kelak menghadapi masalah yang sama pada situasi yang Sama.
2) Dasar dalam melakukan kegiatan
Manajemen Kelas berikutnya sebagai tindak lanjut dari kegiatan Manajemen Kelas yang sudah dilakukan sebelumnya.
Prosedur dalam manajemen kelas sangat perlu di perhatikan oleh seorang guru, dari prosedur inilah nantinya yang akan membantu siswa maupun guru dalam menjalankan proses pembelajaran yg kondusif, dan penuh dengan motivasi. Seorang pendidik harus memperhatikan proses dalam pengelolaan kelas nya, terutama di SD, karena di SD siswa siswi nya masih suka bermain, maka otomatis guru harus pandai dalam melaksanakan prosedur manajemen kelas nya, agar tercapai tujuan yang telah di tentukan. Berhasil tidaknya seorang guru dalam mengelolah kelas nya, dapat dilihat dari prosedur yang di lakukannya.
4. Strategi Manajemen Kelas
Strategi Pengelolaan Kelas dalam pembelajaran harus meningkatkan kemampuan belajar siswa antara lain
a. Menciptakan suasana atau kondisi kelas yang optimal
Seorang guru harus bisa menciptakan suasana atau kondisi dari kondisi interaksi pendidikan dengan jalan menciptakan kondisi baru yang menguntungkan proses belajar mengajar sehingga siswa bersemangat dalam belajarnya. Keterampilan yang harus dimiliki guru yang berhubungan dengan p enciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar adalah sikap tanggap, membagi perhatian, dan pemusatan perhatian kelompok.
b. Berusaha menghentikan tingkah laku siswa yang menyimpang.
Seorang guru melakukakn identifikasi masalah dengan jalan berusaha memahami dan menyelidiki penyimpangan tingkah laku siswa yang mengganggu kelancaran proses belajar mengajar di kelas. Sekolah itu guru memberikan teguran dan bimbingan serta pengarahan pengarahan agar tercipta tingkah laku siswa yang mendukung kelancaran proses belajar mengajar.
c. Menciptakan Disiplin Kerja
Pembinaan disiplin kelas atau pencegahan terjadinya pelanggaran disiplin
kelas atau pencegahan terjadinya pelanggaran disiplin bisa dilakukan dengan cara membuat tata tertib kelas.
d. Menciptakan Keharmonisan antara guru dengan siswa.
Keharmonisan hubungan guru dengan siswa mempunyai efek terhadap pengelolaan kelas terutama dalam meningkatkan efektifitas belajar mengajar. Hubungan guru dan siswa dikatakan baik apabila hubungan itu memiliki sifat sifat sebagai berikut :
1. Saling keteergantungan antara satu dengan yang lain
2. Kebebasan yang memperbolehkan setiap orang tumbuh dan
mengembangkan keunikannya, kreatifitasnya, dan kepribadiannya.
3. Saling memenuhi kebutuhan sehing
Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Pengelolaan Kelas
Factor Pendukung dalam Pengelolaan Kelas Menurut Nawawi factor yang mendukung pengelolaan kelas antara lain :
a. Kurikulum
Sekolah yang kurikulumnya dirancang secara tradisional akan mengakibatkan aktifitas kelas akan berlangsung secara statis. Sedangkan sekolah yang diselenggarakan dengan kurikulum moder pada dasarnya akan mampu menyelenggarakan kelas yang bersifat dinamis Kedua kurikulum diatas kurang serasi dengan kondisi masyarakat Indonesia yang memiliki pandangan hidup pancasila.
b. Bangunan dan sarana kelas.
Perencanaan dalam membangun sebuah
gedung untuk sebuah sekolah b
erkenaan dengan jumlah dan luas setiap
ruangan letak dan dekorasinya yang harus
disesuaikan dengan kurikulum yang dipergunakan. Akan tetapi karena kurikulum selalu dapat berubah sedang ruangan atau gedung bersifat permanen, maka dipergunakan kreatifitas dalam mengatur
pendayagunaan ruang/gedung.
c. Guru
Tugas guru sebagai suatu profesi menuntut kepada guru untuk mengembangkan
profesionalitas diri sesuai perkembangan
Ilmu pengetahuan dan Teknologi, mendidik, mengajar, dan melatih anak didik adalah tugas guru sebagai suatu profesi.
d. MuridS
Setiap murit memiliki perasaan diterima( membership) terhadap kelasnya agar mampu ikut serta dalam kegiatan kelas. Perasaan diterima itu akan menentukan sikap tanggung jawab terhadap kelas yang secara langsung berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan masing-masing
e. Dinamika Kelas
Kelas adalah kelompok social yang dinamis yang harus dipergunakan oleh setaip guru
kelas untuk kepentingan murid dalam proses kependidikannya, Dinamika kelas pada dasarnya berarti kondisi kelas yang diliputi doronganu ntuk aktif secara terarah yang dikembangkan melalui kreatifitas dan inisiatif murid sebagai suatu kelompok.
Faktor Penghambat dalam pengelolaan kelas
Dalam pelaksanaan pengelolaan kelas akan ditemukan berbagai faktor penghambat. Hambatannya tersebut bisa dating dari guru sendiri, dari peserta didik, lingkungan keluarga maupun karena faktor fasilitas.
a. Guru
b. Peserta Didik
c. Keluarga
d. Fasilit
Strategi Pembelajaran adalah rangkaian kegiatan dalam proses pembelajaran yang terkait dengan pengelolaan siswa di kelas, pengelolaan guru, pengelolaan kegiatan pembelajaran, pengelolaan lingkungan belajar, pengelolaan sumber belajar dan penilaian (asesmen) agar pembelajaran lebih efektif dan efisien sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Strategi pembelajaran erat hubungannya dengan Tehnik pembelajaran. Tehnik pembelajaran adalah Implementasi dari metode pembelajaran yang secara nyata berlangsung di dalam, tempat terjadinya proses pembelajaran.
Dengan adanya strategi manajemen kelas ini, maka seorang guru tidak akan terasa sulit lagi dalam mengelolah kelas nya. Seorang guru tentunya sangat terbantu dalam mengelola kelasnya karena adanya strategi strategi tersebut. Guru SD sangat terbantu dengan adanya strategi strategi ini, karna selalu adanya perubahan dalam sistem pendidikan maka strategi strategi ini sangatlah di butuhkan oleh pendidik. Melalui strategi inilah seorang guru dapat meningkatkan hasil belajar anak atau siswa nya dengan mudah. Melalui strategi ini, guru akan lebih mudah dalam mengelolahnya dalam proses pembelajaran maupun di luar proses pembelajaran.
Daftar Rujukan
Sutikno Sobry, 2008. Manajemen Pendidikan Langkah Praktis Mewujudkan Lembaga Pendidikan yang Unggul. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Mudasir, 2011. Manajemen Kelas, Yogyakarta: Penerbit Zanafa Publishing.
P OUD dan Dirjen Dikdasmen yang dikutip Rackman 1998/1999. Hal 15 / Rulam Ahmadi, profesi keguruan, 2018. hal 1717 Jogyakarta ARRUZZ Media.
Suyono dan Hariyanto, Belajar dan pembelajaran, 2017 hal 20 Bandung, PT Remaja Rosdakarya.